Kamis, 03 Maret 2016

Berbarapa Artikel Komputer Masyarakat

  1.  Artikel 1 : Gamer meninggal setelah main game 19 jam

Sesuatu yang berlebihan selalu tidak baik. Hal itulah yang dialami seorang gamer (pemain game) di China. Seorang gamer di kota Shanghai, China yang bernama Wu Tai berusia 24 tahun meninggal setelah bermain game World of Warcraft selama 19 jam berturut-turut tanpa istirahat di sebuah kafe internet.
Rekaman kamera CCTV menunjukkan Wu Tai bermain game di komputer sebelum berulang kali mengalami batuk keras dan kemudian jatuh dari kursinya.
Wu Tai mengunjungi kafe internet di Shanghai untuk bermain World of Warcraft, sebuah role playing fantasy game bersama para pemain game lainnya. Rekaman CCTV menunjukkan gamer lainnya kaget  melihat  Wu rubuh dan kemudian dibawa oleh paramedis.
Hsin Lo, teman bermain game Wu Tai mengatakan ia menelepon ambulan setelah melihat Wu terlihat pucat dan sakit. Ia mengatakan bahwa tiba-tiba ia mendengar Wu Tai mengerang dan ketika ia berbalik untuk melihat apa yang terjadi, Wu Tai terlihat sangat pucat dan tampak tidak nyaman.
Wu Tai menyeka mulutnya dengan sapu tangan yang ada darah di atasnya. Ketika paramedis tiba mereka berusaha menyadarkan Wu Tai, namun Wu sudah meninggal.
Seorang juru bicara polisi mengatakan bahwa autopsi akan menentukan penyebab kematian. Namun bisa diperkirakan bahwa bermain game terus-menerus tanpa beristirahat memiliki kontribusi terhadap kematian Wu Tai.

Sumber: The Telegraph
Sumber Gambar: Daily Mail



2. Perbandingan windows versi baru dengan versi lama


Sistem operasi sering sekali dibicarakan oleh orang yang menggunakan komputer, apalagi jika Sistem tersebut merupakan sistem operasi terbaru. Tentulah hal tersebut merupakan isu yang sangat hangat untuk dibicarakan. Dikarenakan sistem yang terbaru juga biasanya menghadirkan beberapa Fitur baru dan tampilan Grafis yang indah dan keren.
Akan tetapi bagaimanakah pula dengan dengan sistem operasi versi lama, apakah Os versi lama ini juga ramai dibicangkan oleh masyarakat. mungkin Jawabannya adalah ia, Os versi lama biasanya juga sering dibincangkan oleh masyarakat. Biasanya yang dibincangkan adalah Ringan untuk dijalankan oleh komputer, akan tetapi ada juga orang yang membahas Masalah keamanannya.
Sebelum itu kita juga perlu mengenal masa “Berakhirnya dukungan teknis”. Dukungan ini disebut juga dukungan yang menghentikan dukungan fasilitas update keamanan dan fitur secara gratis, dan juga menghentikan dukungan teknis melalui telepon ataupun Online
Lalu bagaimana pula kesimpulan dari kedua perbincangan tersebut.
Kesimpulannya akan saya Informasikan Diblog saya ini:

Windows Versi Baru

Keuntungan :

a. Mendapatkan fitur terbaru dari sistemnya seperti tools
b. Memiliki keuntungan dalam hal Keamanan karena pabrik Os tersebut akan memberikan dukungan update Gratis untuk menambal celah keamanan komputer anda.
c. Biasanya windows versi baru juga memiliki Tampilan Grafis yang baru dan menarik.
d. Biasanya windows versi baru akan banyak mendukung software versi baru juga.

Kerugian :

a. Biasanya komputer yang memiliki spesifikasi Rendah maka sistem versi baru akan terasa Ngelag jika digunakan (Tergantung Hardware anda)
b. Yang ini saya rasa pasti, Butuh biaya untuk membeli lisensi-nya akan tetapi anda jangan khawatir karena sekarang ada windows 10 Yang Gratis.
Windows Versi Jadul

Windows Versi Lama
Keuntungan :

a. Ringan dijalankan oleh komputer Spesifikasi hardware rendah contohnya :  Windows Xp
b. Tiidak mengeluarkan biaya karena tidak membeli lisensi versi baru

Kerugian :

a. Tidak mendapatkan dukungan Secuirity update artinya banyak Lobang keamanan komputer anda yang belum teratasi karena dukungan update tidak tersedia . ini terjadi jika Os anda berada pada masa berakhirnya dukungan teknis.
b. jika memakai Os versi baru maka Dikhawatirkan ada software terbaru tetapi tidak bisa Di pasang di Os Versi lama anda.
c. Jika Os versi Lama anda ada masalah teknis maka dukungan secara online ataupun telepon. Jadi anda harus atasi masalah tersebut sendiri.


3. Anak Usia 7 Tahun Terlibat Foto dan Video Seksual Eksplisit

Peringatan kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya ketika online tidak henti-hentinya dikampanyekan. Namun demikian, masih sangat banyak orang tua yang membiarkan anaknya sendirian ketika online. Hal ini bisa mendorong terlibatnya anak-anak dalam foto dan video seksual eksplisit.
The Internet Watch Foundation (IWF) telah merilis sebuah laporan yang membuat para orang tua mengernyitkan dahi. Laporan tersebut mengungkapkan sejumlah besar anak-anak, sebagian masih berusia tujuh mem-posting gambar porno dari diri mereka sendiri secara online dan membiarkan orang asing untuk melihat mereka dalam pose seksual melalui webcam di kamar tidur mereka.
Dalam tiga bulan, hampir 4.000 foto atau video (seksual eksplisit) yang diupload. Sejumlah besar anak-anak yang tampil berusia 15 tahun ke bawah. Banyak yang diyakini berusia 10 tahun atau lebih muda. Konten tersebut berisiko dilihat oleh pelaku kejahatan seksual. Beberapa orang dewasa malah mendorong anak-anak untuk melakukan tindakan seksual sehingga mereka dapat melihat dan membagikan materi tersebut.
Fakta lain yang terungkap adalah  selama 12 bulan terakhir anak-anak berumur 11 tahun menjadi korban balas dendam porno.
Hal yang mengkhawatirkan adalah laporan terbaru ini menunjukkan bahwa mungkin hal tersebut hanya fenomena gunung es. Artinya masih sangat banyak kasus lainnya yang tidak terungkap dan melibatkan anak-anak yang masih sangat muda.
Teknologi berkembang dengan kecepatan tinggi. Teknologi telah mengubah cara berinteraksi dengan orang-orang dan meningkatkan jalur akses ke kehidupan anak-anak. Orang tua tidak lagi bisa mengatakan anak-anak mereka aman ketika mereka berada di kamar tidur di rumah sebab tersedia chat room, webcam, situs kencan online dan aplikasi smartphone yang  menyajikan berbagai macam ancaman.
Hal yang paling mengganggu adalah bahwa teknologi mempersenjatai pedofil atau predator dengan alat untuk menjerat calon korban. Keamanan platform media sosial, aplikasi, ponsel dan perangkat lain semuanya dapat dikompromikan.
Ini artinya orang tua tidak bisa berlepas tangan dan harus makin memahami bahwa tantangan dunia online sangat keras terhadap anak-anak. Orang tua harus benar-benar bisa mengawasi dan mengaudit kegiatan online anak agar tidak terperosok dan menjadi korban kejahatan seksual online.
Sumber: The Telegraph

Tidak ada komentar:

Posting Komentar